Sejarah Unik Asal Usul Perkebunan Kopi Di Indonesia

Sejarah Unik Asal Usul Perkebunan Kopi Di Indonesia

Indonesia dan kopi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Bagaimana tidak? Kopi menjadi salah satu produk perkebunan yang menjadi komoditas ekspor. Sebagai produk perkebunan yang dikenal di kancah internasional, kopi Indonesia memiliki beragam jenis varian. Mulai dari yang hitam pekat dengan body tebal hingga yang masam dengan body tidak tebal. Tentunya, keberhasilan perkebunan kopi hingga dikenal internasional tidak lepas dari sejarah kopi di Indonesia sendiri.

Kopi dalam negeri sendiri menyimpan ceritanya sendiri dan memiliki sejarah yang membawanya menjadi produk perkebunan dalam negeri. Sejarah kopi di Indonesia ada dari jaman penjajahan Belanda ketika berada di Indonesia. Belanda memperkenalkan produk perkebunan kopi pertama kali ke pulau Jawa. Kopi sendiri didatangkan pertama kali ke Jakarta dengan bibit berasal dari India. Jenis kopi yang diperkenalkan pertama kali adalah arabika.

Kopi arabika sendiri merupakan kopi yang mendominasi hasil perkebunan kopi dunia. Jenis kopi arabika adalah kopi dengan body yang tidak tebal dan memiliki keasaman yang menjadi ciri khasnya. Dalam sejarah kopi di Indonesia, Belanda menanam kopi di Indonesia sebagai percobaan. Setelah berhasil mengetahui cara perawatan dan penanaman kopi yang tepat, sekitar tahun 1706 kopi dari tanah Indonesia pertama kalinya dipanen dan diketahui berkualitas baik serta memiliki potensi menjadi komoditas perdagangan.

Keberhasilan penanaman kopi di tanah air, menyebabkan Belanda yang saat itu menjajah akhirnya memperluas perkebunan kopi dalam negeri. Sejumlah tempat dalam negeri dijadikan sebagai perkebunan kopi dimana diantaranya adalah Aceh, Papua, Sulawesi dan Sumatera Utara. Saat itu, jenis biji kopi yang dikembangkan dan ditanam dalam negeri sendiri adalah arabika. Namun, dalam sejarah kopi di Indonesia diceritakan bila biji kopi arabika tidak terlalu cocok di Indonesia karena mudah terserang hama.

Sekitar tahun 1878 ketika perkebunan kopi dalam negeri mengalami masalah perkembangan karena serangan hama, Belanda akhirnya mendatangkan jenis biji kopi lain. Belanda mendatangkan biji kopi jenis liberika untuk ditanam dalam negeri. Biji kopi jenis ini diperkenalkan karena lebih tahan terhadap serangan hama. Percobaan penanaman biji kopi liberika dalam negeri sendiri berhasil dan menunjang hasil perkebunan kopi dalam negeri.

Tidak selang beberapa lama, kopi jenis liberika pun mengalami masalah tumbuh kembang. Kopi jenis ini akhirnya tidak tahan terhadap hama tanaman di dataran rendah. Akhirnya Belanda memperkenalkan jenis kopi lainnya dalam negeri yakni kopi robusta. Kopi jenis ini dikenal lebih mampu dan tahan terhadap serangan hama. Akhirnya perkebunan dalam negeri menanam kopi dengan jenis robusta.

Hingga kini, kopi dalam negeri yang dijadikan sebagai komoditas ekspor sendiri kebanyakan adalah biji kopi robusta. Indonesia sendiri dikenal sebagai produsen kopi dengan jenis robusta yang populer di dunia. Kopi robusta sendiri dicirikan sebagai kopi dengan body yang tebal dan hitam pekat serta cenderung pahit.

Others